KITAB
SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja
Katolik | |
|
242. Innosensius XII (1691-1700)
Innosensius lahir dari keluarga pangeran di Spinazzola pada 13 Maret 1615, dengan nama Antonius Pignatelli. Terpilih menjadi paus pada 15 Juli 1691. Untuk mengurangi nepotisme, ia mengharuskan para cardinal menandatangani sebuah dokumen pernyataan diri mereka untuk membasmi praktik buruk ini dalam Gereja dan setiap paus wabaru wajib menandatangani dokumen tersebut. Pernyataan ini menuai ketidaksenangan keluarga-keluarga yang telah menjadi kaya berkat salah satu anggota keluarganya yang menjadi paus, termasuk juga ancaman dari keluarga-keluarga dari mereka yang berharap akan meletakkan salah seorang sanak kelaurganya pada Takhta Kepausan pada masa-masa berikutnya. Ia memberantas gaya hidup mewah dan nertekad menjalankan kedispilinan dan praktik-praktik religius kaum klerus dengan mewajibkan senantiasa memakai jugab serta melakukan olah rohani. Ia melarang quietisme, sebuah aliran yang mengajarkan bahwa orang harus menyerahkan diri dan nasibnya kepada Allah tanpa berbuat apa-apa, bahkan untuk keselamatan ptibadipun tidak. Innosensius mengakhiri disput dengan Louis XIV dengan mengakui para cardinal yang telah ia tunjuk pada saat menolak Loius atas 4 pasal mengenai “kebebasan Gallika”. Ia sangat mendukung karya misi di berbagai belahan bumi dan mengeluarkan sejumlah besar uang untuk itu. Ia juga menyediakan sejumlah dana untuk kegiatan dan perang melawan agama lain.
Untuk dirinya sendiri, ia hanya menyisihkan sedikit tunjangan harian yang merupakan aksi dari semangat kemiskinan. Dengan cara ini, ia berhasil meninggalkan suatu kekayaan kepada penerusnya, sekitar satu juta skudi, suatu jumlah yang sangat besar untuk masa itu – yang ia simpan di Kastel Santo Angelius. Ia mencanangkan tahun 1700 sebagai Tahun Suci, tetapi ia tidak menyaksikannya sampai akhir karena keburu wafat dalam tahun itu yaitu pada 27 September 1700.
|